BRASILIA – Pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, menegaskan tidak akan terburu-buru memulangkan Neymar dari pemusatan latihan meski sang pemain diketahui mengalami cedera cukup serius.
Neymar didiagnosis mengalami cedera tingkat dua berdasarkan hasil pemindaian MRI yang dilakukan tim medis. Cedera tersebut mengharuskannya menepi dari lapangan hijau selama dua hingga tiga pekan ke depan.
Dokter Timnas Brasil, Rodrigo Lasmar, mengaku terkejut dengan hasil temuan tersebut. Sebelumnya, pihak Santos FC selaku klub asal Neymar menyebut pemain tersebut hanya mengalami masalah ringan pada bagian betis. Temuan ini sempat memicu isu bahwa Neymar akan dicoret dari skuad Piala Dunia 2026.
Namun, Ancelotti justru menunjukkan sikap berbeda dengan tetap mempertahankan sang pemain dalam tim. Keputusan ini memicu berbagai spekulasi, mengingat kondisi fisik Neymar yang kerap bermasalah dalam tiga tahun terakhir.
“Dia berkembang dengan baik, dia baik-baik saja, dan kami tidak terburu-buru,” ujar Ancelotti menanggapi situasi tersebut.
Ancelotti menambahkan bahwa timnya fokus untuk memberikan yang terbaik dan bekerja keras. Ia menyadari ekspektasi besar publik terhadap Brasil, meskipun menegaskan bahwa persaingan di level turnamen saat ini sangat ketat.
Secara statistik, Neymar masih menjadi sosok penting dengan predikat pencetak gol terbanyak sepanjang masa Brasil, yakni 79 gol dari 128 laga. Piala Dunia 2026 ini merupakan edisi keempat dalam kariernya.
Pada gelaran tahun ini, Brasil tergabung di Grup C bersama Skotlandia, Haiti, dan Maroko. Selecao dijadwalkan menghadapi Maroko dalam laga perdana babak penyisihan grup pada Minggu (14/6) di Stadion MetLife.
Brasil diunggulkan untuk melangkah jauh meski mendapatkan tantangan berat dari Maroko. Sebagai juara Piala Afrika 2025, Maroko diperkuat sejumlah pemain bintang seperti Achraf Hakimi, Brahim Diaz, Yassine Bounou, dan Ismael Saibari yang wajib diwaspadai oleh pasukan Ancelotti.







