TERESOPOLIS – Bintang tim nasional Brasil, Neymar, kini menjadi pusat kontroversi besar menjelang Piala Dunia 2026. Ia dicurigai menyembunyikan tingkat keparahan cedera betis yang dideritanya dari tim pelatih dan staf medis Selecao.
Kondisi Neymar terungkap jauh lebih serius dibandingkan laporan awal yang diberikan oleh pihak klubnya, Santos. Sebelumnya, Santos menyatakan sang pemain hanya mengalami penumpukan cairan dan memar ringan, sehingga dinilai layak untuk langsung bergabung dalam sesi latihan.
Namun, fakta medis berkata lain. Setelah menjalani pemeriksaan MRI yang didampingi langsung oleh kepala dokter tim, Rodrigo Lasmar, Neymar didiagnosis mengalami robekan otot tingkat dua pada betis kanannya. Cedera tersebut melibatkan kerusakan sekitar 50 persen serat otot, disertai pendarahan internal serta peradangan signifikan yang membutuhkan waktu pemulihan minimal dua hingga tiga minggu.
Kondisi ini dipastikan membuat Neymar absen dalam dua pertandingan persahabatan melawan Panama dan Mesir. Bahkan, ia diragukan tampil pada laga pembuka Piala Dunia melawan Maroko pada 14 Juni mendatang.
Situasi ini memicu ketegangan internal di skuad Brasil. Sejumlah pemain, termasuk Casemiro dan Vinicius Jr., dilaporkan merasa terjebak setelah secara terbuka mendesak pelatih Carlo Ancelotti untuk memanggil kembali pemain berusia 34 tahun tersebut. Keputusan Ancelotti memasukkan Neymar ke dalam daftar 26 pemain sendiri diambil setelah komunikasi intens di saat-saat terakhir sebelum pengumuman skuad.
Kecurigaan muncul bahwa pihak klub sengaja menutupi kondisi medis Neymar agar ia tetap bisa berpartisipasi di Piala Dunia. Ketidakjujuran ini membuat kepercayaan rekan setim serta staf pelatih terhadap Neymar terguncang.
Meski diterpa isu negatif, Neymar tetap dijadwalkan terbang bersama timnas Brasil ke Amerika Serikat pekan depan untuk melanjutkan proses pemulihan. Hingga saat ini, keputusan Ancelotti untuk tetap mempertahankan Neymar dalam skuad menjadi perdebatan hangat, mengingat sang pelatih sempat menegaskan tidak akan memanggil pemain yang tidak dalam kondisi fisik prima.







