Budapest – Paris Saint-Germain (PSG) bersiap mengubah pendekatan permainan mereka saat menghadapi Arsenal dalam partai final Liga Champions di Puskas Arena. Pelatih PSG, Luis Enrique, mengonfirmasi bahwa timnya tengah menyiapkan struktur pertahanan baru guna meredam kekuatan The Gunners.
Laga puncak ini mempertemukan dua tim dengan karakter kontras. PSG dikenal dengan gaya menyerang yang agresif, sementara Arsenal tampil sebagai tim paling disiplin dan terorganisir di Eropa musim ini.
Enrique memberikan pujian tinggi kepada skuad asuhan Mikel Arteta. Ia menyebut Arsenal memiliki keseimbangan luar biasa antara pertahanan yang kokoh dan efektivitas serangan, terutama melalui skema bola mati.
“Mereka adalah tim bertahan terbaik di dunia saat tidak menguasai bola. Statistik mereka luar biasa. Ini adalah kombinasi yang eksplosif dan mereka layak berada di final karena menjalani musim yang hebat,” ujar Enrique.
Menghadapi tantangan tersebut, Enrique memberi sinyal bahwa PSG tidak akan bermain dengan garis pertahanan tinggi seperti biasanya. Ia menekankan perlunya adaptasi taktik untuk menghentikan permainan kolektif Arsenal.
“Kami harus beradaptasi untuk bermain dan bertahan dengan cara yang berbeda jika ingin mengalahkan mereka. Kami harus mampu menahan transisi cepat mereka,” jelas mantan pelatih Barcelona tersebut.
Strategi yang lebih konservatif ini sebelumnya sempat diterapkan PSG saat menyingkirkan Bayern Munich di babak semifinal. Meski akan tampil lebih waspada, Enrique memastikan PSG tidak akan meninggalkan identitas utamanya.
PSG tetap berambisi mendominasi penguasaan bola guna mengontrol jalannya pertandingan. Enrique meyakini bahwa kunci untuk menumbangkan Arsenal adalah dengan memanfaatkan kemampuan penguasaan bola sembari menjaga struktur tim tetap disiplin.
“Kami serupa dalam hal memanfaatkan kekuatan dan kemampuan sebaik mungkin. Kami perlu menguasai bola dan mengekspresikan diri di lapangan. Saya rasa ini akan menjadi final yang sangat menarik,” tutup Enrique.







